Saturday, 6 July 2013

#1 : Migrasi dari Windows OS ke Linux OS

Sambil menunggu unduhan, saya mencoba menulis apa yang saya dapatkan pelajaran dari pengalaman saya.
Semoga bisa menjadi hikmah bagi para pembaca.

Awal mulanya saya berkeinginan mencoba sebuah OS yang sebagian orang ketahui yaitu Linux, saya memakai Ubuntu 12.04.2 LTS a.k.a Precise Pangolin. Pertama kali bereksperimen, saya masih memanfaatkan fasilitas dual boot, memadukan antara Windows 7 Home Premium dengan Precise Pangolin.
cara yang saya lakukan ialah pertama; membaca tutorial nya disini lalu saya diperkenalkan dengan software bernama Wubi.
Saya akan jelaskan dulu apa itu Wubi? dari sumber ini dikatakan bawah Wubi merupakan singkatan dari Windows-based UBuntu Installer, dimana ketika kita menginstal OS Ubuntu tersebut masih bagian dari partisi Windows sebelumnya, tanpa perlu mempartisi ulang dari awal, kelebihan  dan kekurangan Wubi saya belum dapat jelaskan di tulisan ini.
Dari pengalaman pertama kali saya mencoba OS baru itu yakni si Precise Pangolin, dengan mudahnya saya langsung terpincut alias terpelet olehnya, karena selain open-source, tampilan berbeda, dan yang saya rasakan yaitu memiliki tantangan baru untuk mempelajari OS tersebut.
Maka dari itu di hari berikutnya saya memutuskan untuk bermigrasi atau pindah OS secara full, saya mengunduh ulang file (kalo di windows mungkin menyebutnya program mentahan), nama filenya yaitu ubuntu-12.04.02-desktop-i386.iso yang diunduh disini  ingat : sesuaikan dengan flavour PC atau laptop.
langkah berikutnya yaitu burn file tersebut (liveCD) atau juga bisa dengan cara bootable USB (liveUSB), yang saya lakukan ialah dengan cara liveUSB, cara lebih lengkapnya bisa dilihat disini dan yang terakhir yaitu proses instalasi Ubuntu 12.04.2 LTS tersebut.
Akan tetapi ada kesalahan fatal yang membuat saya prustasi (semoga saja ga dialamin selain saya), ketika proses instalasi ada 3 pilihan yang mestinya kita pilih, yaitu : side by side gunanya untuk dual boot tadi; full install berarti kita menghapus OS yang terbaca dan masih jalan di PC/laptop; dan yang terakhir yaitu menginstal secara manual (mempartisi HDD dan lainnya).
Pilihan yang saya pilih ketika bermigrasi secara full yaitu memilih option kedua (full install), nah disinilah kesalahan yang telah saya buat, awalnya saya kira cuma menghapus data system OS yang saya gunakan sebelumnya (Win7), tetapi eh ternyata malah menghapus semua data yang ada di HDD alias format ulang, karena sebelumnya saya belum backup datanya di CD/DVD/USB malah backup di HDD itu juga, maka raiblah semua data yang saya miliki. nah kesalahan inilah semoga tidak terjadi oleh selain saya.
Kesalahan inilah yang memacu semangat saya untuk belajar lagi tentang semua yang ada di linux, khususnya Ubuntu. biarlah yang sudah terjadi bagian dari pelajaran saya, dan semoga tidak terulang kembali.

Akhir kata dari saya, akan memberi alasan pribadi kenapa memiliih dan memutuskan untuk "berazas tunggal" memakai Ubuntu 12.04.2 LTS selain mudah peliharaannya*, dan juga menurut saya pribadi sangat hemat dari segi biaya dan dosa.
*red : kutipan dari Pak Rahmat M Samik Ibrahim.

No comments:

Post a Comment